AirLaut 3 Kali Sehari Meminta Izin Kepada Allah S.W.T Untuk Menghabiskan Seluruh Manusia Di Muka Bumi Ini. Posted on March 3, "Tidak ada satu malam kecuali air laut melihat ke bumi (yang dekat dengannya) tiga kali, dia meminta izin kepada Allah untuk menenggelamkan penduduknya (iaitu kerana dosa-dosa), maka Allah menahannya (sebagai
Tafsir Al-Qadr Ayat 4 Malaikat pun Perlu Izin untuk Bertemu Manusia di Bumi Berikut ini adalah teks, terjemahan dan kutipan sejumlah tafsir ulama atas surat Al-Qadr Ayat 4 ุชูููุฒูููู ูฑููู
ููููฐูุฆูููุฉู ูููฑูุฑูููุญู ูููููุง ุจูุฅูุฐููู ุฑูุจููููู
ู
ููู ููููู ุฃูู
ูุฑู Tanazzalul-malฤ`ikatu war-rแปฅแธฅu fฤซhฤ bi`iลผni rabbihim, ming kulli amr. Artinya "4 Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.โ Ayat 4 surat al-Qadr menjelaskan aspek kedua keutamaan dan keagungan malam Lailatul Qadr yang dijelaskan Allah dalam surat Al-Qadr. Imam Ibnu Katsir wafat 774 H menjelaskan ayat keempat ini "Banyaknya malaikat yang turun pada malam Lailatul Qadr, karena banyak barakahnya. Turunnya malaikat bersamaan dengan turunnya barakah dan rahmat, seperti turunnya malaikat saat pembacaan Al-Qur'an. Mereka mengepung halaqah orang-orang yang sedang berdzikir. Mereka meletakkan sayap-sayapnya kepada para pencari ilmu dengan bersungguh-sungguh sebagai penghormatan kepadanya." Adapun kata "ar-ruh" maksudnya ialah malaikat Jibril. Kata ini dalam istilah ilmu nahwu dikenal dengan athaf khos ala am, yakni peng'athafan kata khas Malaikat Jibril pada kata 'amm para malaikat. Ada pendapat yang menyatakan bahwa "ar-ruh" adalah macam malaikat. Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, [Beirut, Darul Kitab Al-'Ilmiyah 1419 H], juz XIII halaman 427. Imam Al-Qurthubi wafat 671 H menafsirkan ayat "tanazzalul-malฤ`ikatu" yakni Malaikat dari seluruh langit dan Sidratil Muntaha turun. Mereka semua turun ke bumi dan mengaminkan doa-doa manusia yang sedang dipanjatkan sampai terbitnya fajar. Syamsudin Al-Qurthubi, Tafsirul Qurthubi, [Mesir, Darul Kutub al-Mishriyah 1384 H/1964 M], juz XX, halaman 133. Imam Fakhruddin Ar-Razi wafat 606 H mengatakan dalam tafsirnya ููุฃูู
ููุง ููุฐููู ุงููุขููุฉู ูููููู ูููููููู ุจูุฅูุฐููู ุฑูุจููููู
ู ููุฅููููููุง ุชูุฏูููู ุนูููู ุฃููููููู
ู ุงุณูุชูุฃูุฐููููุง ุฃููููููุง ููุฃูุฐููููุงุ ููุฐููููู ููุฏูููู ุนูููู ุบูุงููุฉู ุงููู
ูุญูุจููุฉูุ ููุฃููููููู
ู ููุงูููุง ููุฑูุบูุจูููู ุฅูููููููุง ููููุชูู
ูููููููู ููููุงุกูููุง ูููููู ููุงูููุง ููููุชูุธูุฑูููู ุงููุฅูุฐููู Artinya, "Ayat "bi`iลผni rabbihim", menunjukan bahwa para malaikat meminta izin terlebih dahulu, kemudian mereka diizinkan. Hal ini menujukan Malaikat sangat mencintai kita, karena mereka berkeinginan dan mengharapkan untuk berjumpa dengan kita namun mereka menunggu diberi izin oleh Allah dahulu." Fahruddin Ar-Razi, Tafsir Mafatihul Ghaib, [Beirut, Darul Ihyaโ 1420 H], juz XXXII, halaman 233. Syekh Wahbab Az-Zuhaili wafat 2015 mengatakan, faidah turunnya Malaikat pada malam Lailatul Qadr sebagai berikut ูู
ู ููุงุฆุฏ ูุฒูู ุงูู
ูุงุฆูุฉ ุฃููู
ูุฑูู ูู ุงูุฃุฑุถ ู
ู ุฃููุงุน ุงูุทุงุนุงุช ู
ุง ูู
ูุฑูู ูู ุณูุงู ุงูุณู
ูุงุชุ ููุณู
ุนูู ุฃููู ุงูุนุตุงุฉ ุงูุฐู ูู ุฃุญุจ ุฅูู ุงููููู ู
ู ุฒุฌู ุงูู
ุณุจูุญููุ ููููููู ุชุนุงููุง ูุณู
ุน ุตูุชุง ูู ุฃุญุจ ุฅูู ุฑุจูุง ู
ู ุชุณุจูุญูุง. ููุนู ููุทุงุนุฉ ูู ุงูุฃุฑุถ ุฎุงุตูุฉ ูู ูุฐู ุงููููุฉุ ูุงูู
ูุงุฆูุฉ ุฃูุถุง ูุทูุจูููุง ุทู
ุนุง ูู ู
ุฒูุฏ ุงูุซูุงุจุ ูู
ุง ุฃู ุงูุฑุฌู ูุฐูุจ ุฅูู ู
ูุฉ ูุชุตูุฑ ุทุงุนุงุชู ููุงู ุฃูุซุฑ ุซูุงุจุง Artinya, "Di antara faidah turunnya malaikat adalah meraka melihat macam-macam ketaatan di bumi yang belum pernah mereka lihat dilakukan oleh para penduduk langit. Mereka mendengar rintihan para pendosa, yang itu lebih disukai oleh Allah ketimbang suara orang-orang bertasbih. Bisa jadi, malam Lailatul Qadr ini adalah ketaatan bagi malaikat secara khusus di bumi. Para Malaikat juga mencari ketaatan itu dengan harapan bertambahnya pahala, seperti halnya seseorang pergi ke Makah supaya ketaatan di sana mendapatkan pahala lebih besar." Wahbah bin Musthafa az-Zuhaili, At-Tafsir Munir, [Damaskus, Darul Fikr 1418 H], juz XXX, halaman 335. Syekh Ali As-Shabuni wafat 2021 menafsirkan ayat 4 ini para Malaikat dan Jibril turun ke bumi di malam tersebut dengan membawa urusan Tuhan yang telah dipastikan dan ditetapkan untuk manusia dari malam tersebut sampai tahun berikutnya." Muhammad Ali As-Shabuni, Shafwatut Tafasir, [Kairo, Darus Shabuni 1997 M/1417 H], juz III, halaman 558. Walhasil, terkait malam Lailatul Qadr, turunnya Malaikat dan sebagainya wajib diimani tanpa perlu untuk membahas terlalu detail dan rinci, sebagaimana dikatakan oleh Syekh Mustafa al-Maraghi ููุฒูู ุงูู
ูุงุฆูุฉ ุฅูู ุงูุฃุฑุถ ุดุฃู ู
ู ุดุฆููู ุชุนุงููุ ูุง ูุจุญุซ ุนู ููููุชูุ ููุญู ูุคู
ู ุจู ุฏูู ุฃู ูุญุงูู ู
ุนุฑูุฉ ุชูุงุตููู ูุฃุณุฑุงุฑูุ ูู
ุง ุนุฑู ุงูุนุงูู
ุจุนุฏ ุนูู
ู ุงูู
ุงุฏู ุจุดุชู ูุณุงุฆูู ุฅูุง ุงููุฐุฑ ุงููุณูุฑ ู
ู ุงูุฃููุงู ูู
ุง ูุงู ุชุนุงูู ููู
ุง ุฃููุชููุชูู
ู ู
ููู ุงููุนูููู
ู ุฅููููุง ูููููููุง. ุงูุฅุณุฑุงุก 85 Artinya, "Turunnya malaikat ke bumi adalah satu perihal dari urusan Allah. Tidak perlu kita menyelidiki bagaimana caranya, mengetahuinya secara perinci dan apa rahasianya. Kita cukup beriman saja dengannya. Adapun yang dapat diketahui manusia tentang rahasia alam ini hanya sedikit sekali, sebagaimana diterangkan Allah dalam surat Al-Isrฤโ ayat 85 "Tidaklah kalian diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit." Ahmad bin Musthafa al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, [Mesir Matba'ah Musthafa al-Babil Halabi 1365H/1946M], jus XXX, halaman 209. Ustadz Muhammad Hanif Rahman, Dosen Ma'had Aly Al-Iman Bulus dan Pengurus LBM NU Purworejo.
Janganlahkalian memasuki rumah yang bukan rumah kalian sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Keutamaan mengucap salam juga diriwayatkan dalam sebuah hadits dengan derajat Muttafaq 'alaih dari Abdullah bin Amr bin al-Ash," Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Islam apakah yang paling baik?'
MEMBAHAS masalah ini, perlu kiranya dilakukan secara lengkap. Tidak hanya sisi sanadnya saja, akan tetapi juga dari sisi hukum boleh tidaknya mengutip atau menyampaikannya dalam rangka memberikan tarhib menakut-nakuti. Jika kita hanya membeberkan dari sisi sanadnya saja, ada kesan seolah orang yang mengutip atau menyampaikannya tersalah. Padahal belum tentu demikian. Yang kami saksikan, sebagian daโi baru membahas dari sisi pertama saja, belum dilanjutkan kepada sisi kedua. Dua pembahasan ini sebenarnya bisa dikatakan satu paketโ. Jika sampaikan beriringan komplit, insya Allah akan memberikan pecerahan yang sempurna kepada umat. Imam Ahmad telah meriwayatkan dalam โMusnadโ-nya , dari Umar bin Al-Khathab โradhiallahu anhu- beliau berkata, Rasulullah โshallallahu alaihi wa sallam- bersabda ููููุณู ู
ููู ููููููุฉู ุฅููููุง ููุงููุจูุญูุฑู ููุดูุฑููู ูููููุง ุซููุงุซู ู
ูุฑููุงุชู ุนูููู ุงููุฃูุฑูุถูุ ููุณูุชูุฃูุฐููู ุงูููู ููู ุฃููู ููููููุถูุฎู ุนูููููููู
ูุ ููููููููููู ุงูููู ุนูุฒูู ููุฌูููู โTidak ada satu malam-pun, kecuali di dalamnya lautan mendekat ke bumi tiga kali, meminta ijin kepada Allah untuk membanjiri/menenggelamkan mereka. Maka Allah -Azza wa Jalla- menahannya.โ [Musnad 303/1/395] BACA JUGA Bagaimana Cara Menyikapi Hadits yang Berbeda-beda? Hadits ini, secara sanad dhaif lemah. Ada beberapa sisi kelemahannya, yaitu 1. Guru Al-Awwam bin Hausyab seorang rawi yang majhul tidak diketahui, 2. Abu Shalih maula Umar bin Al-Khathab juga majhul tidak diketahui. simak Tahqiqul Musnad oleh Syaikh Syuโaib Al-Arnauth โrahimahullah- 1/395 penerbit Muassasah Ar-Risalah tahun 1412 H. Jika kita telah ketahui, bahwa hadits di atas lemah, kita akan lanjutkan ke masalah yang kedua, yaitu bolehkah menyampaikan atau mengutip hadits ini dalam bab tarhib menakut-nakuti ? Jumhur ulamaโ mayoritas ulamaโ berpendapat bolehnya menyampaikan atau mengamalkan hadits dhaif lemah dalam bab zuhud, raqaiq, targhib dan tarhib, adab, keutamaan amalan, hukuman, dan yang semakna dengan hal ini. Adapun dalam bab selain itu, seperti dalam perkara hukum halal-haram dan masalah aqidah, maka tidak diperbolehkan. Hal ini bisa kita saksikan dari tindakan para imam ahli hadits dimana mereka tidak menyaratkan keshahihan atau kehasanan di dalam kitab-kitab dan riwayat-riwayat mereka dalam pembahasan adab, zuhud dan yang serupa dengan hal itu. Bahkan mereka mengeluarkan di dalam kitab-kitab tersebut hadits-hadits lemah yang cukup banyak. Sebagaimana hal itu dapat disaksikan dalam kitab โAz-Zuhudโ karya Imam Ahmad, kitab โAz-Zuhud wa Ar-Raqoiqโ karnya Imam Abdullah bin Al-Mubarok โrahimahumallohu Taโala- serta kitab-kitab yang banyak dari selain keduanya. Dalam โShahih Al-Bukhariโ, Imam Al-Bukhari begitu ketat dalam periwayatan hadits-hadits hukum dan aqidah. Tidaklah beliau menyebutkan di dalamnya kecuali hadits-hadits shahih saja. Namun tidak begitu dalam kitab โAl-Adabul Mufradโ. Beliau menyebutkan sejumlah hadits-hadits dhaif di dalamnya. Karena kitab ini berbicara dalam masalah adab. Hadits-hadits dhaif itu-pun beliau buatkan judul bab yang merupakan hasil istimbath beliau darinya. Imam An-Nawawi โrahimahullah- wafat 676 H berkata ููุงูู ุงููุนูููู
ูุงุกู ุงููุญูุฏููุซู ุซูููุงุซูุฉู ุฃูููุณูุงู
ู ุตูุญููุญู ููุญูุณููู ููุถูุนูููู ููุงูููุง ููุฅููููู
ูุง ููุฌููุฒู ุงููุงุญูุชูุฌูุงุฌู ู
ููู ุงููุญูุฏููุซู ููู ุงููุฃูุญูููุงู
ู ุจูุงููุญูุฏููุซู ุงูุตููุญููุญู ุฃููู ุงููุญูุณููู ููุฃูู
ููุง ุงูุถููุนูููู ููููุง ููุฌููุฒู ุงููุงุญูุชูุฌูุงุฌู ุจููู ููู ุงููุฃูุญูููุงู
ู ููุงููุนูููุงุฆูุฏู ููุชูุฌููุฒู ุฑูููุงููุชููู ููุงููุนูู
ููู ุจููู ููู ุบูููุฑู ุงููุฃูุญูููุงู
ู ููุงููููุตูุตู ููููุถูุงุฆููู ุงููุฃูุนูู
ูุงูู ููุงูุชููุฑูุบููุจู ููุงูุชููุฑููููุจู โPara ulamaโ menyatakan, hadits ada tiga macam shahih, hasan, dan dhaif lemah. Mereka berkata Berhujjah dalam masalah hukum-hukum hanyalah dibolehkan dengan hadits shahih atau hasan. Adapun hadits dhaif, maka tidak boleh dipakai berhujjah dalam masalah hukum dan aqidah. Akan tetapi BOLEH untuk meriwayatkan dan mengamalkannya pada selain masalah hukum-hukum seperti kisah-kisah, fadhailul aโmal keutamaan amalan, targhib pemberian dorongan, dan tarhib pemberian ancaman/untuk menakut-nakuti.โ [Majumโ Syarhul Muhadzdzab 1/59]. Bahkan dalam halaman lain, beliau โrahimahullah- menukil adanya ittifaq kesepatakan ulama akan bolehnya hal ini. Beliau berkata ููุฏ ูุฏู
ูุง ุงุชููููุงูู ุงููุนูููู
ูุงุกู ุนูููู ุงููุนูู
ููู ุจูุงููุญูุฏููุซู ุงูุถููุนูููู ููู ููุถูุงุฆููู ุงููุฃูุนูู
ูุงูู ุฏูููู ุงููุญูููุงูู ููุงููุญูุฑูุงู
ู โSungguh kami telah kemukakan kesepakatan ulamaโ akan bolehnya beramal dengan hadits dhaif lemah dalam bab fadhailul aโmal keutamaan amalan, tanpa adanya pembolehan dalam masalah halal dan haram.โ[ Majumโ Syarhul Muhadzdzab 3/248]. Syaikh Muhaddits Abdul Fattah Abu Guddah -rahimahullah- berkata โImam Al-Khathib Al-Baghdadi โrahimahullah- telah meriiwayatkan dalam kitab โAl-Kifayahโ dengan sanadnya dari Imam Ahmad bin Hambal โrahimahullah-, sesungguhnnya beliau berkata โApabila kami meriwayatkan dari Rosulullah โshollallahu alaihi wa sallam- dalam bab halal dan haram, dalam sunah-sunah dan hukum-hukum, maka kami sangat ketat dalam masalah sanad-sanadnya. Tapi apabila kami meriwayatkan dari Nabi โshollallahu alaihi wa sallam- dalam fadhoilul aโmal keutamaan amalan-amalan, dan dalam apa yang tidak meletakkan suatu hukum serta tidak mengangkat suatu hukum, maka bermudah-mudah dalam sanad-sanadnya.โ Al-Baihaqi telah meriwayatkan dalam โAl-Madkhal Lid Dalailun Nubuwahโ dengan sanadnya dari Imam Abdurrahman bin Mahdi, sesungguhnya beliau berkata โApabila kami meriwayatkan dari masalah pahala, hukuman, dan keutamaan amalan-amalan, kami bermudah-mudah dalam sanad-sanadnya dan memberikan toleransi dalam rawi-rawinya. Tapi jika kami meriwayatkan dalam masalah halal dan haram serta dalam masalah hukum-hukum, maka sangat ketat dalam masalah sanadnya dan kami saring benar rawi-rawinya.โ [Syaikh Muhaddits Abdul Fattah Abu Guddah dalam โtaqdimโ beliau kepada kitab โAl-Adabul Mufradโ]. BACA JUGA Menghukumi Hadits, Siapakah yang Layak Melakukannya? ุดูุฑูุทู ุงููุนูู
ููู ุจูุงููุญูุฏููุซู ุงูุถููุนูููู ููู ููุถูุงุฆููู ุงููุฃูุนูู
ูุงูู ุฃููู ููุง ููููููู ุดูุฏููุฏู ุงูุถููุนูููุ ููุฃููู ููุฏูุฎููู ุชูุญูุชู ุฃูุตููู ุนูุงู
ููุ ููุฃููู ููุง ููุนูุชูููุฏู ุณูููููููุชููู ุจูุฐููููู ุงููุญูุฏููุซู Menurut Al-Khathib Asy-Syirbini โrahimahullah-, syarat mengamalkan hadits dhaif dalam fadhailul aโmal ada tiga 1. Kelemahannya tidak parah, 2. Masuk di bawah asal/induk dalil yang bersifat umum, 3. Tidak menyakini akan kesunnahannya dengan hadits dhaif tersebut. [ Mughni Muhtaj 1/194 ]. Selain imam Ahmad, hadits ini juga dikutip oleh Imam Ibnu Katsir dalam tafsir-nya ketika menjelaskan firman Allah dalam surat โAth-Thurโ ayat 6 Tafsir Ibnu Katsir 7/400]. Dengan demikian, mengutip atau menyampaikan hadits di atas dalam rangka untuk memberikan tarhib kepada manusia merupakan perkara yang diperbolehkan. Sehingga menurut hemat kami, menyalahkan secara sepihak orang-orang yang menyampaikannya apalagi diiringi dengan kalimat-kalimat ejekan seperti โbodohโ, atau โtukang dongengโ, atau yang semisalnya merupakan perkara yang tidak pantas. Karena konsekwensi ucapan ini, juga akan mengenai para imam, seperti imam Ahmad, Ibnu katsir, dan selainnya. Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita sekalian. [] Facebook Abdullah Al Jirani
Padasuatu saat Malaikat maut meminta izin kepada Allah untuk turun ke bumi yang bertujuab untuk menjumai Nabi Idris. Kemudian Allah pun mengizinkannya. Pada saat malam itu, Nabi Idris kedatangan seorang pria yang membawakannya buah buahan yang sangat melimpah. Dia adalah malaikat maut yang menyamar.
Skip to content HomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah Islam DERAJAT HADIS AIR LAUT SELALU MINTA IZIN INGIN MENENGGELAMKAN DARATAN DERAJAT HADIS AIR LAUT SELALU MINTA IZIN INGIN MENENGGELAMKAN DARATAN ุจูุณูู
ู ุงูููู ุงูุฑููุญูู
ูุงูู ุงูุฑููุญูููู
ู DERAJAT HADIS AIR LAUT SELALU MINTA IZIN INGIN MENENGGELAMKAN DARATAN Al-Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal asy-Syaibaaniy w. 241 H rahimahullah dalam kitabnya โal-Musnadโ no. 303 meriwayatkan ุญูุฏููุซูููุง ููุฒููุฏูุ ุฃูุฎูุจูุฑูููุง ุงููุนููููุงู
ูุ ุญูุฏููุซูููู ุดูููุฎู ููุงูู ู
ูุฑูุงุจูุทูุง ุจูุงูุณููุงุญูููุ ููุงูู ูููููุชู ุฃูุจูุง ุตูุงููุญู ู
ูููููู ุนูู
ูุฑู ุจููู ุงููุฎูุทููุงุจูุ ููููุงูู ุญูุฏููุซูููุง ุนูู
ูุฑู ุจููู ุงููุฎูุทููุงุจูุ ุนููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃูููููู ููุงูู โ ููููุณู ู
ููู ููููููุฉู ุฅููููุง ููุงููุจูุญูุฑู ููุดูุฑููู ูููููุง ุซููุงุซู ู
ูุฑููุงุชู ุนูููู ุงููุฃูุฑูุถูุ ููุณูุชูุฃูุฐููู ุงูููู ููู ุฃููู ููููููุถูุฎู ุนูููููููู
ูุ ููููููููููู ุงูููู ุนูุฒูู ููุฌูููู โ โTelah menceritakan kepada kami Yazid, telah mengabarkan kepada kami Al-Awwam, telah menceritakan kepadaku seorang syekh yang berjaga-jaga di pantai, ia mengatakan bahwa ia pernah berjumpa dengan Abu Shoolih maula Umar ibnul Khattab. Lalu ia mengatakan bahwa ia telah menceritakan kepada kami Umar ibnul Khattab radhiyallahu anhu, dari Rasulullah ๏ทบ, beliau bersabda โTiada suatu malam pun melainkan laut muncul padanya sebanyak tiga kali meminta izin kepada Allah, untuk membanjiri/menenggelamkan mereka manusia yang ada di daratan, tetapi Allah Azza wa Jalla menahannyaโ. Al-Alamah Syuโaib Arnauth rahimahullah dalam takhrijnya terhadap al-Musnad Imam Ahmad I/395 di atas mengatakan ุฅุณูุงุฏู ุถุนูู ูุฌูุงูุฉ ุงูุดูุฎ ุงูุฐู ุฑูู ุนูู ุงูุนูุงู
ุจู ุญูุดุจุ ูุฃุจู ุตุงูุญ ู
ููู ุนู
ุฑ ู
ุฌููู ุฃูุถุงู. โSanadnya LEMAH, karena majhulnya syaikh diriwayatkan oleh al-Awwam bin Hausyab. Begitu juga Abu Shoolih -maula Umar- majhulโ. Pun senada dengan al-Alamah Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dalam โadh-Dhoifahโ no. 4392 yang MELEMAHKAN hadis ini, karena alasan kemajhulan di atas. Kemudian beliau menukil pendhoifan yang sama dari Imam Ibnu Katsir dalam โal-Bidaayahโ. Imam Ibnul Jauzi juga mendhoifkannya, namun beliau menambahkan cacatnya dengan menilai al-Awaam sebagai perowi yang dhoif. Namun asy-Syaikh Al-Albani meluruskan kekeliruan ini, bahwa al-Awaam ini adalah ibnu Hausyab perowi shahihain yang telah disepekati ketsiqohannya. Sedangkan Imam ibnul jauzi menduga itu adalah al-Awaam yang lain. Sebagian ulama tafsir seperti as-Saddiy dan dinukil juga dari Imamnya mufasirin, Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu juga membawakan hadis ini untuk memberikan makna pada firman Allah dalam Surat Ath-Thur ayat ke-6 Al-Masjuur di situ diartikan terhalang dan tercegah dari bumi daratan, agar jangan memenuhinya karena akan menenggelamkan para penghuninya. Maka al-Masjuur adalah al-mahbuus yang artinya tertahan, sebagaimana konteks hadis di atas. Namun karena hadisnya lemah, maka TIDAK bisa dijadikan sandaran dalam penafsiran. Barangkali karena alasan inilah tim penerjemah Departemen Agama RI memilih arti terjemahan untuknya ููุงููุจูุญูุฑู ุงููู
ูุณูุฌูููุฑู โDan laut yang di dalam tanahnya ada apiโ. Hal ini sebagaimana firman-Nya ๏ปญู๏บู๏บซู๏บ ๏บ๏ปู๏บู๏บคู๏บ๏บญู ๏บณู๏บ ูู๏บฎู๏บู โDan apabila lautan dipanaskanโ. [QS. At-Takwir 6] Penulis Abu Saโid Neno Triyono Ikuti kami selengkapnya di WhatsApp +61 450 134 878 silakan mendaftar terlebih dahulu Website Facebook Instagram NasihatSahabatCom Telegram Pinterest Related Posts
i77NeJa. 8d9g5hwkzu.pages.dev/7288d9g5hwkzu.pages.dev/7298d9g5hwkzu.pages.dev/1498d9g5hwkzu.pages.dev/2628d9g5hwkzu.pages.dev/5238d9g5hwkzu.pages.dev/5048d9g5hwkzu.pages.dev/6568d9g5hwkzu.pages.dev/5488d9g5hwkzu.pages.dev/5398d9g5hwkzu.pages.dev/1548d9g5hwkzu.pages.dev/5428d9g5hwkzu.pages.dev/7568d9g5hwkzu.pages.dev/3598d9g5hwkzu.pages.dev/2158d9g5hwkzu.pages.dev/630
bumi meminta izin kepada allah